Dinar The Real Money

Dinar The Real Money Blog : "Dinar Emas, Uang dan Investasiku"

Selamat Datang di MITRA DINAR BANDUNG

Selamat Datang di MITRA DINAR BANDUNG

Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Cimahi khususnya .Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, Informasi pengguna M-Dinar, informasi penawaran dinar less 1 persen dan less 2 persen. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.


Dinar adalah mata uang berupa koin yang terbuat dari emas dengan kadar 22 karat (91,7 %) dan berat 4,25 gram. Dirham adalah mata uang yang terbuat dari Perak Murni dengan berat 2,975 gram. Dinar dan Dirham adalah mata uang yang dipakai pada zaman Rasulullah SAW . Pada era kekhalifahan Umar bin Khatab, ditetapkan bahwa Dinar dan Dirham memiliki standart seperti tersebut diatas. Di Indonesia, Dinar dan Dirham diproduksi oleh Logam Mulia, unit bisnis dari PT Aneka Tambang, Tbk, dan disertai Sertifikat setiap kepingnya. Keaslian dan keakuratan berat dan kadarnya telah diuji dan disertifikasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan oleh LBMA (London Bullion Market Association).

Archive for September 2011

Bila Rupiah (Terus) Melemah…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 14 September 2011 13:47

Bagi yang mengamati harga Dinar/Emas hari ini, barangkali Anda terkejut dengan kenaikannya yang mencapai sekitar Rp 50,000/Dinar pada harga siang - padahal harga emas internasionalnya lagi menurun. Ini tidak lain karena melemahnya Rupiah yang terus berlanjut yang terjadi sejak dua hari lalu. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, Rupiah menyentuh angka Rp 8,950/US$ di pasar internasional yang juga dapat diikuti di rate yang kami tampilkan secara real time di situs ini. Mengapa kok tiba-tiba Rupiah melemah ?.

Masalah bahwa Rupiah akan melemah ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena dalam situasi krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju saat ini – Indonesia pasti kena dampaknya. Demand import mereka menurun – maka export Indonesia juga akan menurun. Pasar yang mengecil diperebutkan banyak pemain, yang tidak kuat pasti juga akan mendapatkan kue pasar export yang lebih kecil.

Bahkan bila Rupiah tetap perkasa, kemungkinan memperoleh kue export-nya akan lebih kecil lagi karena produk-produk kita menjadi kurang bersaing. Jadi penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang memang lagi mulai menguat ini – lihat grafik dibawah, tidak sepenuhnya buruk bagi ekonomi Indonesia.
















Currency Trend IDR, USD, JPY and EUR

Bagi Anda yang terbiasa membeli produk import atau produk-produk yang nilainya mengikuti pasar internasional , tentu akan Anda rasakan produk-produk tersebut semakin mahal.

Salah satunya ya emas atau Dinar ini !. Bila Rupiah melemah sampai Rp 9,500/US$ - yang saya anggap masih wajar mengingat situasi ekonomi global saat ini – maka pada kisaran harga emas yang terjadi sebulan terakhir saja – harga Dinar akan bisa mencapai lebih dari Rp 2,500,000 per Dinar, dan harga emas lebih dari Rp 600,000/gram.

Lebih detilnya Anda dapat lihat pada table dibawah untuk melihat kemungkinan-kemungkinannya – yaitu harga Dinar pada perbagai tingkat harga emas dunia dan perbagai tingkat nilai tukar. Wa Allahu A’lam.

Ingin Melahirkan Generasi Yang Cerdas ?, Ayo Saling Memudahkan…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Selasa, 13 September 2011 07:05

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘ Alaihi Wasallam bersabda : “Seorang laki-laki sebelum kalian dihisap dan tidak didapatkan padanya kebaikan sedikitpun, melainkan ketika dia bersosialisasi dengan sesama manusia ia suka memudahkan setiap urusan, ia menyuruh pelayannya untuk menangguhkan bagi orang yang kesusahan.” Beliau melanjutkan : “Lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman : ‘Kami lebih berhak atas hal itu daripada dia, oleh karena itu berilah kemudahan kepadanya.’” (HR. Muslim, no 2921). Bukti empiris kebenaran hadits ini bahkan bisa kita saksikan di dunia saat ini, salah satunya ya yang terkait dengan tulisan saya kemarin tentang kecerdasan rata-rata dari penduduk berbagai negara di dunia.

Ketika hasil riset tentang kecerdasan rata-rata dalam tulisan tersebut diatas saya sandingkan dengan datanya the World Bank tentang kemudahan berusaha di setiap Negara, maka hasilnya akan nampak dalam table dibawah. Data the World Bank ini diperbarui setiap tahun, dikumpulkan dari 183 negara dengan mengukur 11 indikator mulai dari kemudahan memulai usaha baru di masing-masing negara, urusan pajak, urusan perijinan, law enforcement dlsb.

Publikasi yang terakhir untuk tahun 2011 ini misalnya menaruh Indonesia secara umum pada rangking ke 121 dari 183 negara dalam hal kemudahan berusaha. Ini hasil keseluruahn dari beberapa indikator seperti kemudahan memulai usaha (155), perlindungan investor (44), urusan perpajakan (130), urusan pembiayaan (116), law enforcement (154) dst.
















Kecerdasan dan Kemudahan Usaha

Tabel diatas menyandingkan posisi Indonesia ini dengan sejumlah Negara tetangga dan juga China sebagai kekuatan ekonomi raksasa di kawasan ini. Pasti bukan karena kebetulan bila dari 8 negara yang saya perbandingkan tersebut, 6 negara yang memiliki kecerdasan rata-rata lebih tinggi dari kita –mereka semua lebih mudah dalam urusan usahanya dibandingkan dengan kita. Sebaliknya hanya ada satu negara yang lebih sulit dalam urusan business-nya ketimbang kita, ternyata negara ini (Phillipine) juga memiliki penduduk yang rata-rata kurang kecerdasannya dibandingkan dengan kita.

Sepintas ini seperti situasi antara ayam dan telur , mana yang lebih dahulu. Manusianya cerdas kemudian karena kecerdasannya mereka bisa saling memudahkan, atau karena saling memudahkan membuat kecerdasan manusia meningkat. Dalam kontek kecerdasan yang diukur dengan IQ yang berhubungan langsung dengan tingkat kemakmuran seperti dalam tulisan saya kemarin, penjabarannya bisa sebagai berikut :

Bila penduduk negeri cerdas, maka urusan usaha sesama mereka bisa saling memudahkan sehingga usaha bisa lebih mudah berkembang, pendapatan lebih mudah naik, konsumsi makanan yang bergizi (daging) menjadi lebih mudah dijangkau sehingga kecerdasan penduduknya akan terus meningkat. Kondisi pertama ini seperti spiral yang bergerak membuka, makin lama makin membesar – kecerdasan penduduk negeri makin lama makin meningkat.

Sebaliknya bila penduduk suatu negeri tidak cerdas, maka urusan sesama mereka saling mempersulit. Usaha menjadi sulit berkembang, pendapatan juga sulit meningkat, makanan bergizi sulit dijangkau sehingga kecerdasan juga sulit meningkat. Kondisi kedua ini seperti spiral yang bergerak menutup, makin lama makin kecil – kecerdasan penduduk negeri makin lama makin menurun.

Kita yang jelas bukan berada di kondisi yang pertama, bahkan kita kawatir berada di kondisi yang kedua karena hasil riset yang dipublikasikan oleh EU Times dua tahun lalu menunjukkan bahwa rata-rata kecerdasan penduduk negeri ini berada pada angka 89 tahun 2002, menurun menjadi di angka 87 pada tahun 2006 (tahun terakhir survey mereka). Namun fakta-fakta demikian tidak harus membuat kita kecut, sebaliknya kita bisa gunakan fakta-fakta demikian untuk menunjukkan arah kemana negeri ini harus berlayar. Bagaimana konkritnya ?.

Sampai sepuluh abad lalu, manusia hanya mengandalkan posisi dari milyaran bintang di langit untuk menentukan arah perjalanannya. Di antaranya adalah dengan mengetahui konstelasi bintang-bintang di cakrawala selatan, orang dahulu sudah bisa menentukan kemana arah utara bila mereka hendak berlayar/berjalan ke utara.

Milyaran bintang-bintang di era teknologi ini tidak harus secara harfiah berarti bintang, tetapi bisa dari milyaran atau bahkan lebih informasi yang bertebaran di belantara dunia maya. Sama dengan melihat bintang-bintang di langit, kebanyakan orang hanya akan melihat keindahannya tetapi tidak bisa menangkap maknanya untuk mengetahui arah misalnya.

Demikian pula kebanyakan orang dapat mengakses informasi apa saja di dunia maya, tetapi tidak banyak pula yang bisa mengambil manfaatnya dari informasi tersebut. Maka melalui media ini saya ingin mengajak bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas, mampu melihat bintang dan mampu mengetahui arah – mampu menangkap informasi dan mampu pula menentukan kebijakan ekonomi yang memakmurkan generasi kedepan.

Konstelasi ‘bintang-bintang selatan’ ini kini berupa data tentang kecerdasan rata-rata, data tentang GDP per kapita, data tentang konsumsi daging per kapita, data tentang kemudahan usaha dlsb.dlsb. Dengan konstelasi ‘bintang-bintang selatan’ ini kita kini tahu ‘arah utara’ kemana kita hendak menuju.

Bila kita ingin bangsa ini semakin hari semakin cerdas, salah satunya kita bisa mulai dari saling memudahkan urusan diantara kita. ‘Perjalanan ke utara’ bisa jadi panjang, tetapi bila arah kita sudah benar – maka insyaAllah kita akan sampai kesana. InsyaAllah

Antara Kecerdasan, Kemakmuran dan Prioritas Pembangunan…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 12 September 2011 09:04

Pada bulan November 2009, sebuah media online di Eropa – The European Union Times – mempublikasikan hasil riset tentang kecerdasan rata-rata negara-negara di dunia. Berdasarkan publikasi ini rata-rata IQ tertinggi dunia di miliki warga Hongkong dan Singapore dengan tingkat IQ rata-rata pada tahun 2006 adalah 108. Kita yang berada di Indonesia berada jauh sekali dibawahnya yaitu pada angka 87 dan dengan trend menurun, karena 4 tahun sebelumnya rata-rata orang Indonesia masih ber-IQ di angka 89. Tergelitik oleh publikasi ini, sebagai warga negara yang baik – saya ingin tahu penyebabnya dan syukur-syukur bisa memberi (usulan) solusi kedepannya.

Saya bukan ahli gizi atau ahli masalah-masalah kependudukan, saya hanya terbiasa mencerna angka (crunching numbers) dari berbagai latar belakang pekerjaan saya sebelumnya. Sehingga untuk mencari jawaban atas ke-ingin tahuan tersebut diatas – saya juga cari dari angka-angka. Maka data yang disajikan oleh EU Times tersebut saya sandingkan dengan data-nya FAO dan data-nya IMF.

Data FAO yang saya ambil adalah konsumsi daging per kapita per tahun, sedangan datanya IMF yang saya ambil adalah data GDP per capita. Hasilnya saya sandingkan dalam tabulasi dibawah untuk kita dan negara-negara tetangga kita.












IQ, Meat Consumption & GDP

Dengan melihat table diatas – meskipun tidak harus terlalu scientific – kita dengan mudah bisa memahami bahwa kecerdasan nampaknya terkait langsung dengan konsumi – khususnya konsumsi daging. Negara-negara tetangga yang IQ rata-ratanya diatas kita, secara keseluruhannya mengkonsumsi daging rata-rata yang jauh diatas kita. Konsumsi daging rupanya tidak hanya berpengaruh pada tinggi rata-rata anak-anak negeri ini, tetapi juga berpengaruh langsung pada kecerdasannya.

Dari table diatas kita juga bisa pahami bahwa konsumsi daging nampaknya terkait langsung dengan pendapatan per capita. Semakin tinggi pendapatan rata-rata suatu negeri, semakin tinggi pula konsumsi dagingnya. Hanya ada satu pengecualian dari tujuh negara yang saya jadikan contoh tersebut diatas yaitu Vietnam, mereka berpenghasilan kurang dari separuh rata-rata rakyat kita – tetapi kok jauh lebih cerdas dari kita ?, ya karena rata-rata mereka mengkonsumsi daging yang jauh lebih banyak dari kita.

Kok bisa negeri lebih miskin tetapi mampu mengkonsumsi daging lebih banyak ?. Ada dua kemungkinan untuk ini yaitu pertama masalah prioritas pada menu makanan, sehingga meskipun miskin mereka mementingkan untuk makan daging, ikan dan sejenisnya. Kedua adalah masalah distribusi pendapatan, Indonesia yang lebih dulu meniru kapitalisme barat dalam system ekonominya – membuat GDP per capita-nya lebih bias oleh pareto statistik. Tentu tidak masalah bagi 20% penduduk Indonesia untuk mengkonsumsi daging secara sangat cukup, tetapi bagi rata-rata 80% sisanya akan sangat berat untuk dapat sekedar memenuhi kebutuhan daging seperti rata-rata penduduk dunia yang berada pada kisaran 46.6 kg per capita.

Lantas bagaimana solusinya agar kita tidak meninggalkan generasi yang semakin lemah kedepan ?.

Pertama idealnya negeri ini harus bisa meningkatkan kemakmuran yang significant kedepan, sehingga daya beli masyarakat untuk kebutuhan esensial seperti konsumsi daging tersebut diatas dapat terpenuhi.

Kedua bila mengangkat ekonomi keseluruhan terlampau berat, maka prioritas pembangunan harus diperuntukkan bagi penyiapan generasi kedepan yang lebih kuat, lebih sehat dan lebih cerdas. Yang bisa dilakukan misalnya adalah mengurangi subsidi bahan bakar dan menggantinya dengan subsidi harga daging secara nasional. Kalau nggak bisa menyeluruh minimal khusus untuk keluarga-keluarga muda yang memilik anak-anak di usia pertumbuhan.

Ketiga adalah langkah yang lebih strategis jangka panjang. Pemerintah harus mendorong majunya industry peternakan dan perikanan, lengkap dengan industry penunjangnya – seperti industry pakan ternak, industry pertanian untuk rumput-rumput bergizi tinggi sebagai pakan ternak dlsb.

Saya membayangkan kita memiliki pemerintahan yang bervisi jauh kedepan , pemerintahan yang berani merancang KPI (Key Performace Indicators) yang terukur, misalnya sampai akhir periode jabatan 5 tahun mendatang GDP per kapita akan … Rupiah, Konsumsi Daging rata-rata… kg, kecerdasan anak-anak rata-rata akan… dst. Kemudian data-data yang menjadi KPI ini di survey dan diukur oleh lembaga independent di awal dan di akhir masa jabatan. Pemerintahan periode selanjutnya juga harus melanjutkan program KPI ini, awalnya seperti apa – dan pada akhir masa pemerintahannya harus seperti apa – begitu seterusnya.

Nampaknya sederhana, hanya masalah kecerdasan – tetapi saya melihatnya justru disinilah persaingan kekuatan dunia di masa yang akan datang. Kita harus bisa menyiapkan anak keturunan kita yang lebih cerdas kedepan agar mereka bisa memimpin dunia, bukan sebaliknya semakin kurang cerdas dan semakin terjajah. Insyaallah kita bisa !.

Banyak Emas Tetapi (Terancam) Bangkrut, Kok Bisa…?

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Jum'at, 09 September 2011 10:10

Seolah ada ironi besar pada ekonomi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini, yaitu negeri pemegang cadangan emas terbesar dunia (Amerika) yang juga bisa menjadi epicentrum dari gempa financial yang dapat meruntuhkan kapitalisme itu sendiri. Banyak yang mengira bahwa Amerika yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar di dunia (8,133.5 ton) akan dapat selamat dari krisis hutang yang memuncak bulan lalu, ternyata kenyataannya tidak. Cadangan emas mereka terlalu kecil untuk dapat menutup hutang-hutangnya yang menggunung, berikut adalah penjelasan saya untuk merespon banyaknya pertanyaan mengenai hal ini.

Untuk penjelasannya, saya menggunakan data sekunder dari empat sumber yaitu IMF, World Gold Council , BI dan CIA Fact Book. Hasilnya saya tabulasikan secara sederhana pada table dibawah.














Gold, Debt and Reserve

Amerika memiliki cadangan emas terbesar dunia yaitu 8,133.5 ton atau kurang lebih setara dengan sekitar US$ 484 Milyar dengan asumsi harga emas saat ini US$ 1,830/Ozt. Ini kurang lebih setara dengan 338.46% foreign exchange reserve mereka, di datanya CIA atau IMF diperkirakan hanya 74.7 % dari reserve karena harga emasnya belum di revaluasi sesuai harga yang up to date. Dibandingkan dengan reserve mereka seolah cadangan emas ini memang sangat besar, namun angka cadangan emas yang sangat besar ini ternyata sama sekali tidak memadai dibandingkan dengan hutang mereka yang berada di angka US$ 13.98 trilyun. Cadangan emas mereka ini bila dipakai membayar hutang hanya cukup untuk membayar 3.46 % dari hutang mereka !. Bahkan bila ditambahkan dengan reserve-nya, Amerika hanya bisa melunasi 4.48% dari hutangnya dengan seluruh emas yang dimiliki plus foreign exchange reserve-nya.

Sebagai pembanding, kita dapat lihat apa yang dimiliki China. Memang China baru memiliki 1,054.10 ton cadangan emas atau kalau di Dollar-kan hanya sekitar US$ 62.7 Milyar, ini kurang lebih hanya setara dengan 1.96 % dari reserve China yang luar biasa besar mencapai US$ 3.2 trilyun. China juga memiliki hutang, tetapi hutangnya sangat kecil relative bila dibandingkan dengan reserve yang dimilikinya. Dengan cadangan emas yang dimiliki plus reserve-nya, China mampu membayar 8 kali (802 %) dari external debt-nya !.

Lantas bagaimana dengan kondisi negeri kita ?. Kita hanya memiliki sekitar 73.1 ton cadangan emas atau dengan harga saat ini kurang lebih setara dengan US$ 4.3 Milyar, ini juga setara dengan 3.49 % dari reserve kita. Bila ini kita pakai untuk membayar hutang, maka hanya cukup untuk membayar 2.22% dari nilai hutang. Tetapi karena reserve kita yang lumayan besar yaitu US$ 124.6 Milyar, reserve ini cukup untuk membayar sekitar 63.5 % dari hutang kita. Bila digabung dengan cadangan emas, maka kita mampu membayar sampai sekitar 65.7 % dari external debt negeri ini.

Jadi dari perbandingan tiga Negara tersebut, kita bisa melihat bahwa China sungguh perkasa meskipun emasnya sangat sedikit dibandingkan dengan Amerika. Sebaliknya Amerika meskipun cadangan emasnya terbesar, kemampuannya untuk membayar hutang seandainya digunakan seluruh cadangan emas plus reserve-nya-pun – sungguh-sungguh sangat tidak memadai. Itulah sebabnya Amerika menjadi salah satu potensi epicentrum runtuhnya ekonomi kapitalisme global yang sangat serius untuk saat ini.

Untung kita orang Indonesia, kita tidak seburuk Amerika meskipun sangat jauh dibawah China. Cadangan emas dan devisa kita memang belum memadai untuk membayar hutang, tetapi kita masih bisa setidaknya berkomitmen untuk berhenti berhutang dan mulai kerja keras untuk meningkatkan produktifitas – kita masih memiliki harapan untuk bisa mencukupi kebutuhan anak cucu kita kedepan dan tidak meninggalkan mereka dalam kondisi yang lemah. InsyaAllah !.

Demi Kuda Perang Yang Berlari Kencang...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 07 September 2011 19:08

Perihal perkasanya kuda-kuda perang di jaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diabadikan oleh Allah dalam 5 ayat pertama surat Al ‘Adiyat, dimulai dari ayat pertama yang saya jadikan judul tulisan ini “Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah”. Tidak banyak yang kita tahu bahwa ternyata trah kuda-kuda arab yang perkasa tersebut dapat dilacak keberadaannya hingga jaman modern ini di seluruh dunia. Bukan hanya kudanya, tetapi style berkuda dengan menggunakan apa yang disebut English saddle atau hunt seat-pun ditiru dari gaya berkudanya pasukan Islam di masa lampau. Maka ketika saya mencari kuda untuk melatih anak-anak pesantren nantinya belajar olah-raga berkuda, saya merasa seperti lagi menyusun titik-titik yang berserakan (connecting the dots) menjadi sebuah gambar besar (big picture) yang lebih bermakna – ketimbang pencarian kudanya itu sendiri.

Titik yang pertama adalah kuda-kuda perkasa – keturunan kuda Arab - yang terjaga di seluruh dunia. Di benua Amerika pernah ada kuda, tetapi atas scenario Allah kuda asli benua Amerika inipun punah ribuan tahun lalu. Maka salah satu yang memudahkan Hernando Cortez menaklukkan bangsa Aztecs di Meksiko (1519) selain karena kekuatan tekat mereka yang ditunjukkan dengan berani membakar kapal (yang ditiru dari keberanian pasukan Islam 8 abad sebelumnya), juga karena tentara bangsa Aztecs ini takut dan lari tunggang langgang ketika mereka melihat pasukan musuh - meskipun jumlahnya sedikit tetapi mengendarai binatang-binatang besar yang aneh (bagi mereka saat itu) yang bernama kuda. Jadi kuda-kuda terbaik di benua Amerika kini ya yang dibawa oleh bangsa Spanyol di awal abad 16 tersebut diatas.

Titik yang kedua adalah dari mana Hernando Cortez (dan bangsa Spanyol) belajar ilmu perkudaan dan membangun kekuatan berkuda ?. Bangsa Spanyol menaklukkan bangsa Aztecs sekitar 27 tahun setelah Islam berkuasa 781 tahun di Andalusia – Spanyol. Jadi mulai dari teknik mereka berkuda, kuda-kudanya dan bahkan logistik pakan kuda-kuda ini mereka warisi dari peradaban Islam yang lebih dari 10 generasi berkembang di negeri itu.

Titik yang ketiga adalah bahwasanya kuda-kuda terbaik tersebut dijaga oleh Allah tetap exist hingga kini keturunannya dan juga sumber pakannya – meskipun untuk sementara ini tidak dominan berada di negeri-negeri berpenduduk muslim besar - pasti ada maksudnya. Ini tugas kita semua untuk memikirkan solusinya untuk anak cucu kita di masa mendatang.

Titik keempat adalah keimanan kita yang meng-imani bahwa Al-Qur’an benar ketika diturunkan, benar saat ini dan tetap benar hingga akhir jaman – pasti ayat tentang keberadaan dan kegunaan kuda-kuda perang nan perkasa di surat Al-‘Adiyat tersebut diatas juga relevan hingga kini maupun masa yang akan datang.

Titik kelima adalah sejumlah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, antara lain : “Kalian hendaklah (belajar) memanah dan menunggang kuda...” (Musnad Ahmad, 16662). Juga hadits panjang lainnya yang menceritakan 10 pasukan berkuda yang akan berada di garis depan melawan pasukan dajjal menjelang akhir zaman : “Sungguh aku mengenal nama-nama mereka dan nama nenek moyang mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah sebaik-baik pasukan berkuda yang ada di muka bumi ini saat itu” (Musnad Ahmad, 3461).

Titik keenam adalah kuda-kuda pacu perkasa berjambul putih yang saya jumpai di kandang kudanya seorang pengusaha muda di Jawa Tengah pada foto dibawah, serasa saya melihat bukti hidup akan adanya kuda-kuda perang nan perkasa seperti yang disebut Allah di ayat yang saya gunakan sebagai judul tulisan ini.























Kuda Pacu Perkasa Berjambul Putih...

Titik ketujuh adalah mulai maraknya sekolah-sekolah Islam menghidup-hidupkan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mengajarkan berkuda, memanah dan berenang pada murid-muridnya.

Maka seluruh titik-titik tersebut terangkai dalam suatu gambar besar, bahwa firman Allah adalah benar dan Sabda rasulNya juga benar. Bahwa akan ada generasi unggulan, generasi ‘pasukan berkuda terbaik’ di muka bumi ini untuk melawan pasukan dajjal. Anak-anak keturunan kitakah mereka itu nantinya ?. Wa Allahu A’lam , hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui, yang bisa kita lakukan hanya ikut berusaha proaktif menyiapkan generasi unggulan ini kedepan. Sekecil apapun yang bisa kita lakukan kini, bila ini bernilai menolong (Agama) Allah maka Allah pasti menolong kita (QS 47:7), dan bila Allah menolong kita – maka tidak ada yang bisa mengalahkan kita (QS 3:160).

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,

Dan kuda yang memercikkan bunga api,

Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Sehingga menerbangkan debu,

Lalu menyerbu ketengah-tengah kumpulan musuh
”.

(QS Al-‘Adiyat 1-5)

Mengapa Harga Emas (Akan Terus) Naik...?

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 05 September 2011 06:46

Sudah lebih dari sebulan ini harga emas terus bergejolak, berfluktuasi sangat tinggi dengan range terendah di angka US$ 1,623/Ozt sampai sempat menyentuh angka US$ 1,900/Ozt minggu ketiga Agustus 2011 lalu. Saat artikel ini saya tulis harga emas dunia berada di kisaran US$ 1,885/Ozt – angka yang menurut saya sendiri sangat tinggi karena telah mengalami kenaikan lebih dari 51% selama 12 bulan terakhir. Posisi harga saat ini memang sedikit banyak dipengaruhi oleh sentimen sesaat – yaitu karena tingginya angka pengangguran di Amerika Serikat yang di release akhir pekan lalu, bila sentimen ini mereda ada kemungkinan harga emas dunia akan turun kembali dalam jangka pendek. Namun untuk jangka panjangnya – perkiraan saya harga emas memang akan terus terdorong naik, mengapa ?

Setidaknya ada 5 (lima) alasan fundamental yang akan mendorong harga emas jangka panjang (terus) naik, yaitu :

Keterbatasan supply
: rata-rata pertumbuhan emas tahunan di seluruh dunia hanya berada di kisaran 2 % pertahun. Ini sudah merupakan total antara hasil tambang baru dan hasil emas recycles.

Pertumbuhan demand : dua bangsa ‘penggemar’ emas dunia karena emas menjadi bagian dari budaya mereka adalah China dan India, kedua bangsa ini mengalami pertumbuhan ekonomi terbaik dalam dasawarsa terakhir ditambah realita bahwa dua negara tersebut adalah juga dua negara dengan penduduk terbesar nomor 1 dan 2 dunia – jadi pertumbuhan kebutuhan emas mereka saja sudah akan sulit dipenuhi oleh pertumbuhan supply emas dunia. Padahal demand baru atas emas bukan hanya datang dari masyarakat China dan India yang semakin makmur , individual dan bahkan korporasi dari seluruh dunia tiba-tiba membutuhkan emas untuk safe haven mereka atas ketidak pastian ekonomi dunia akhir-akhir ini.

Pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia : Setelah kurang lebih dua dasawarsa bank-bank sentral dunia menjadi net sellers untuk supply emas, sekarang ini mereka menjadi net buyers – artinya lebih banyak yang membeli ketimbang yang menjual. Trend ini nampaknya akan terus berlanjut karena kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia (China) – yang bisa menjadi no 1 dalam beberapa tahun kedepan – merasa perlu terus menambah cadangan emasnya. Cadangan emas mereka yang saat ini berada pada angka 1,054 ton hanya setara kurang lebih 1.6% reserve-nya, bandingkan dengan cadangan emas Amerika yang mencapai 8,134 ton atau sekitar 74% dari reserve-nya. Bila China akan terus meningkatkan cadangan emasnya mencapai rata-rata dunia yang 11.6% saja, maka bank sentral China masih akan butuh tambahan sekitar 6,500 ton emas – suatu jumlah yang akan menyedot habis supply emas dunia dan melambungkan harga ke angka yang tidak terbayangkan !.

Daya beli US Dollar yang terus melemah : Ada ironi yang luar biasa di ekonomi kapitalis dunia saat ini, yaitu negeri dengan penduduk paling kaya dan jumlah cadangan emas terbesar di dunia – ternyata uangnya juga menjadi salah satu yang paling cepat menurun daya belinya di dunia. Penyebabnya antara lain adalah anggaran belanja mereka yang lebih besar dari pendapatannya , sama dengan kehidupan keluarga – yang kaya belum tentu cukup sebaliknya yang miskin bukan berarti tidak cukup !. Penyebab kedua adalah terkonsentrasinya kekayaan pada segelintir orang – membuat ketimpangan di negeri itu akan semakin jauh – yang berarti juga beban pemerintah akan semakin berat, hutang semakin besar dan US Dollar akan terus kehilangan daya belinya. Ketika US Dollar kehilangan daya beli, harga emas dunia yang sampai saat ini dinilai dalam US Dollar tentu saja akan naik.

Nilai tukar Rupiah : Kita yang di Indonesia membeli emas dengan Rupiah akan sangat terpengaruhi oleh nilai tukar Rupiah kita terhadap US Dollar. Rupiah memang menguat ketika US Dollar melemah, namun penguatan Rupiah tidak proporsional terhadap pelemahan US Dollar. Efek penguatan Rupiah pada umumnya lebih kecil dari efek pelemahan daya beli US Dollar, jadi resultante-nya adalah ketika harga emas melonjak karena US Dollar melemah – harga emas dalam Rupiah ikut melonjak.

Karena lima hal yang bersifat fundamental tersebut diatas tidak mudah berubah oleh sentimen sesaat, maka dampaknya akan lebih bersifat jangka panjang.

Jadi bila dalam jangka pendek ini harga emas akan turun oleh meredanya sentimen sesaat, bisa jadi ini kesempatan Anda untuk mulai mengamankan asset kertas Anda ke asset riil yang insyaAllah akan lebih mampu bertahan dalam memenuhi kebutuhan juangka panjang seperti sekolah anak, dana pensiun, biaya kesehatan hari tua dlsb. dlsb. Wa Allahu A’lam.

The Way We Were…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Sabtu, 03 September 2011 06:38

Tanggalnya adalah 29-30 April tahun 711 ketika pasukan Tariq bin Ziyad mendarat di Jabal Tariq (lebih dikenal dengan Gibraltar) yang kemudian mengawali sejarah panjang 781 tahun Islam berkuasa di (sebagian) Eropa (711-1492). Inspirasi dari penaklukan mereka ini sudah pernah saya tulis di situs ini dalam judul “…Membakar Kapal…” , tetapi ada sisi lain yang nyaris tidak pernah diungkap dalam sejarah – yang justru dampaknya terbawa dalam kemajuan peradaban dunia hingga kini. Sisi lain ini adalah logistik militer, kemajuan dibidang logistik militer yang dibawa oleh peradapan Islam di Eropa selama 781 tahun inilah yang hingga kini dinikmati dunia barat khususnya Amerika dalam bentuk kemajuan industri pertanian dan peternakannya.

Mungkin Anda bertanya : kok bisa ?, begitu jauh banget pengaruhnya …?. Tetapi inilah sejarah itu.

Dalam setiap penaklukan, kedudukan logistik adalah vital untuk menentukan apakah suatu peperangan akan dilakukan atau tidak, bahkan sebelum suatu pasukan bergerak maju – bagian logistik ini sudah harus dipikirkan lebih dahulu. Diantara daftar kelas logistik yang sangat penting selain makanan, pakaian dan senjata adalah bahan bakar. Bayangkan apa jadinya bila bahan bakar ini tidak tersedia dengan cukup, maka tank-tank tidak bisa bergerak, pasukan tidak bisa patroli, pesawat tempur tidak bisa terbang dlsb. dlsb.

Itu peperangan di masa kini, tetapi bagaimana peperangan dilakukan dijamannya Tariq bin Ziyad ?. Saat itu mobilitas pasukan di darat utamanya digerakkan dengan kuda, dan bahan bakar untuk kendaraan-kendaraan berupa kuda ini tidak lain adalah pakan ternak. Tanpa adanya ‘bahan bakar’ rerumputan yang bergizi tinggi kuda-kuda perang akan loyo, maka keunggulan pasukan di jaman itu juga ikut dipengaruhi oleh ketersediaan logistik berupa rumput bergizi tinggi ini.

Karena peperangan menjangkau daerah yang sangat luas dengan waktu yang sangat lama - dari puluhan tahun sampai ratusan tahun – maka logistik berupa rumput untuk ‘bahan bakar’ ini juga harus bisa dihasilkan di daerah-daerah yang strategis yang sudah dikuasai oleh pasukan Islam. Rumput yang ditanam-pun juga bukan sembarang rumput, bila yang ditanam rumput yang biasa-biasa – maka akan dibutuhkan areal yang sangat luas untuk menanamnya dan kuda perang-pun tidak bisa tumbuh perkasa.

Maka bagian logistik dari pasukan Islam saat itu sudah mengenal rerumputan bergizi tinggi yang sangat efektif untuk menumbuhkan kuda, tanaman bergizi tinggi inilah yang disebut alfalfa. Karena penguasaan Islam yang begitu lama khususnya di Spanyol, tentu kepandaian bercocok tanam alfalfa* ini juga kemudian menular ke bangsa Spanyol.

Ketika 800 tahun kemudian panglima perang Spanyol Hernando Cortez menaklukkan bangsa Aztecs di Mexico, bukan hanya strategi membakar kapalnya yang ia jiplak mentah-mentah dari strategi Tariq bin Ziyad – tetapi juga strategi membangun kekuatan logistik pasukan berkudanya dengan tanaman yang sama dengan yang diperkenalkan oleh peradaban Islam yang mendominasi negeri asalnya – Spanyol selama 781 tahun !.

Berawal dari peradaban Islam yang sudah maju lebih dahulu, kemudian dibawa ke Spanyol, kemudian dari Spanyol di bawa ke benua Amerika inilah nutritious plants (terjemahan Al-Qur’an bahasa Inggris Yusuf Ali untuk “qadhban” QS 80:28) yang oleh Prof. Dr. Zagloul Al Najjar di tafsirkan sebagai alfalfa ini masuk ke benua itu dan sangat maju terutamanya di Amerika Serikat hingga kini.

Dari mana kita bisa membuktikan bahwa alfalfa yang merupakan produk pertanian terbesar ke 3 di Amerika setelah jagung dan kedelai ini berasal dari dunia Islam ?. Yang paling mudah adalah dari sisi bahasa !. Karena peradaban Islam yang berkembang hampir 8 abad di Spanyol, maka banyak sekali kata atau nama-nama yang berasal dari Islam – termasuk diantaranya ya alfalfa ini.

Dalam bahasa Spanyol maupun dalam bahasa Inggris hingga kini tidak ada kata lain yang searti alfalfa, satu-satunya ya kata untuk nama tanaman bergizi tinggi (nutritious plants) yang dibawa dari dunia Islam 14 abad lalu itu. Maka dari nama ini tidak bisa disangkal lagi bahwa kekuatan produk pertanian terbesar ke 3 di Amerika tersebut bisa di runut secara meyakinkan adalah berasal dari peradaban Islam di masa lampau.

Jadi dahulu kita pernah berjaya secara militer, ekonomi sampai ke pertanian dan peternakan – bahkan dua yang terakhir ini masih menyisakan ‘nama’-nya di benua lain hingga kini; maka bila kita sungguh-sungguh kembali ke tuntunan Al-Qur’an dan Al-Hadits – insyaallah kitapun akan bisa mengembalikan kejayaan itu di masa-masa yang akan datang.

Yang kita perlukan sebenarnya hanyalah mencontoh, pertama dan yang utama tentu mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian para sahabat beliau dan kemudian juga generasi-generasi sesudahnya yang membawa kepada kejayaan Islam termasuk generasinya Tariq bin Ziyad tersebut diatas.

Kita tinggal mencontoh bagaimana umat ini melakukannya di masa lampau, the way we were…InsyaAllah !.

Catatan : terkait dengan alfafla ini, kami mengundang para peneliti dan praktisi yang punya minat atau pengalaman/pengetahuan di tanaman yang satu ini untuk bergabung dan bekerjasama dengan kami - dalam berbagai bentuknya, mulai dari penelitian, pembibitan sampai budidayanya. Silahkan email ke iqbal@geraidinar.com bagi yang berminat.

Maka Hendaklah Manusia Itu Memperhatikan Makanannya…!

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 29 August 2011 07:34

Dalam suasana lebaran seperti hari-hari ini, makanan menjadi urusan besar keluarga-keluarga di Indonesia. Setelah sebulan penuh belajar menahan lapar, lebaran sering menjadi semacam arena balas dendam. Aneka makanan yang tidak biasanya ada-pun tiba-tiba muncul di meja-meja makan kita. Maka dalam suasana gembira ini, saya ingin secara khusus mengangkat tema makanan ini – bukan dalam konteks lebaran, tetapi dalam konteks yang lebih strategis. Konteksnya adalah merespon perintah Allah dalam Al-Qur’an untuk ‘memperhatikan makanannya’ yang saya gunakan untuk judul tulisan ini (QS 80 : 24), merespon perintah memberi makan yang ada di sejumlah surat, dan juga dalam konteks agar kita takut untuk meninggakan generasi yang lemah.

Lantas bagaimana bentuk respon yang paling tepat untuk perintah dan peringatan tersebut ?. Karena Al-Qur’an bukan hanya sebagai petunjuk, tetapi juga penjelasan-penjelasannya atas petunjuk tersebut (QS 2:185) – maka bentuk respon ini juga telah diberikan tuntunannya oleh Allah dalam kitabNya dengan sangat jelas.

Seorang ilmuwan Muslim Mesir Prof. DR. Zagloul Al Najjar - Fellow of Islamic Academy of Science – yang menulis lebih dari 150 mukjizat Al-Qur’an dan Implikasinya pada ilmu pengetahuan, menjelaskan dengan detil rantai makanan yang diungkapkan oleh Allah dalam serangkaian ayat di surat ‘Abasa mulai dari ayat 24 tersebut diatas sampai ayat 32.

Ketika professor ini membahas ayat 28 “wa ‘inaban wa qadhban” misalnya – yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “dan anggur dan sayur-sayuran” - dalam bahasa Inggris diterjemahkan “and grapes and nutritious plants” – beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nutritious plants adalah tanaman alfalfa – yang memang sangat kaya dengan gizi.

Yang patut menjadi pertanyaan kita adalah, bagaimana mungkin tanaman yang dimaksud di dalam Al-Qur’an ini bisa menjadi kekuatan industri pertanian yang luar biasa justru di negeri seperti Amerika ?. Bagaimana ceritanya negeri tersebut bisa menjadikan alfalfa sebagai sumber kekuatan ekonomi pertanian ketiga di negerinya setelah jagung dan gandum ?. Dari mana Amerika mengenal tanaman ini atau bahkan menemukan nama alfalfa ?.

Kita tahu dari sejarah bahwa Columbus mendarat di benua Amerika pada akhir abad 15 (1492) bersamaan dengan berakhirnya 7 abad kekuasaan Islam di Spanyol (711-1492). Kolonial Spanyol atas benua Amerika inilah yang membawa alfafa tumbuh subur di benua ini hingga sekarang. Karena lamanya peradaban Islam tumbuh di Spanyol, banyak sekali nama atau kata spanyol yang berasal dari bahasa arab – salah satunya ya alfalfa ini. Jadi benua Amerika ‘mewarisi’ tanaman yang kaya akan protein ini dari Spanyol, sedangkan Spanyol sendiri memperolehnya dari peradaban Islam yang sempat berkembang 7 abad di negeri itu.

Ironinya adalah Amerika kini menjadi produsen alfalfa terbesar di dunia, sedangkan di dunia Islam sendiri tanaman alfalfa ini nyaris tidak pernah terdengar karena tidak menjadi perhatian untuk di produksi.

Padahal produksi tanaman pakan ternak akan terkait langsung dengan maju tidaknya industri peternakan itu sendiri. Tidak heran bila sebagai produsen alfalfa terbesar di dunia – Amerika juga menjadi penghasil daging yang sangat besar, nomor dua setelah China. Namun karena produksi daging China lebih banyak untuk konsumsi dalam negeri – Ekspor daging Amerika jauh lebih tinggi ketimbang China.

Bila hari-hari ini Anda makan steak di restoran atau hotel di seluruh Indonesia, pasti tidak sulit bagi Anda untuk minta US sirloin steak atau US tenderloin steak. Ini semua tidak terlepas dari dari budidaya alfalfa yang berhasil di negeri itu.

Lantas mengapa kita yang diberi Al-Qur’an, membacanya dari kecil dan bahkan surat ‘Abasa – dimana petunjuk detil tentang rantai makanan ini berada , salah satu dari surat pendek yang banyak dihafal - kok malah sama sekali tidak maju dalam penguasaan industri pertanian/peternakannya ?. Pasti ini karena kita tidak menghayati perintah untuk “memperhatikan makanannya” tersebut diatas – apalagi mengamalkannya yang jauh panggang dari api !.

Maka bersamaan dengan banyaknya makanan di meja makan kita pada suasana lebaran ini, mari kita perhatikan satu persatu makanan tersebut, kemudian kita pikirkan secara mendalam dari mana makanan tersebut berasal ?. Lebih jauh lagi, ayo mulai kita pikirkan juga bagaimana agar semaksimal mungkin bangsa ini mampu memproduksi bahan baku untuk makanan-makanan ini secara cukup untuk sekarang maupun nanti untuk generasi-generasi keturunan kita – agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita !.

Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya, Kamilah yang mencurahkan air yang melimpah (dari langit), kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu disana kami tumbuhkan biji-bijian, dan anggur dan ‘sayur-sayuran’ *, dan zaitun dan pohon kurma, dan kebun-kebun yang rindang, dan buah-buahan serta rerumputan, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu”. (QS ‘Abasa : 24-32).

Note: *Terjemahan yang seharunya adalah 'tanaman yang penuh gizi ' yaitu alfalfa menurut Prof Zagloul Al Najjar

Inspirasi Solusi Dari “Berita Besar”…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Kamis, 25 August 2011 08:15

Ketika kami mencanangkan i’tikaf Wirausaha di Masjid “Gedebog” Daarul Muttaqiin Jonggol dengan tema “Membangun Kemakmuran Berbasis Al-Qur’an”, saat itu kami belum bisa membayangkan solusi besar apa yang kiranya bisa kita hasilkan dalam program i’tikaf kali ini. Namun sejak memasuki Malam ke 25 semalam, insyaallah solusi besar itu mulai terurai di depan mata. Solusi agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, dan juga solusi agar anak-anak kita tumbuh sama tinggi dengan bangsa lain di dunia ini insyaallah sudah begitu jelas – tinggal menunggu tindakan nyata kita untuk mengimplementasikannya.

Salah satu solusi ini adalah hasil diskusi dengan peserta i’tikaf yang membahas surat An-Naba’ (Berita Besar) ayat ke 16. Ayat tepatnya berbunyi “wa jannaatin alfaafa” yang oleh penterjemah Departemen Agama diartikan sebagai “dan kebun-kebun yang rindang”. Mungkin karena keterbatasan bahasa Indonesia, ayat tersebut diatas diterjemahkan sama persis dengan ayat lain yang berbunyi “wa khadaa iqo ghulba” (QS 80 :30) yang terjemahannya juga “dan kebun-kebun yang rindang” .

Sangat bisa jadi Allah mempunyai maksud lain ketika menggunakan kalimat yang berbeda untuk menggambarkan “kebun-kebun yang rindang” tersebut. Bisa jadi alfaafa yang menurut ustadz saya dalam bahasa arab umumnya berarti “berkumpul, bercampur baur, berdekat-dekatan” untuk meggambarkan banyaknya pohon dalam kebun dlsb.; juga berarti nama jenis tanaman tertentu ?.

Di dunia ini memang ada tanaman luar biasa yang dalam bahasa Inggris disebut Alfalfa atau dalam bahasa latinnya disebut Medicago Sativa - bisa jadi ini adalah tanaman Alfaafa dalam ayat tersebut diatas !. Karena menurut sejarah tanaman ini sudah ada sejak 6,000 tahun sebelum Masehi , dan dokumen tertua yang ada menjelaksan tentang tanaman Alfalfa ini adalah dokumen di Turki yang ditulis kurang lebih 1300 tahun sebelum masehi. Jadi tanaman Alfalfa memang ada pada saat Al-Qur’an turun !.

Terlepas dari kebenaran yang masih perlu dikaji – yaitu apakah yang disebut di Al Qur’an sebagai “wa jannaatin alfaafa” ini adalah “kebun-kebun yang rindang” secara umum, atau secara khusus diarahkan untuk kebun Alfalfa. Yang jelas tanaman Alfalfa ini memang merupakan karunia yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia di dunia.

Karunia tersebut antara lain adalah :


1. Akarnya yang sangat dalam masuk ketanah, selain menjadi penahan erosi yang sangat efektif juga dapat menyerap hampir seluruh unsur-unsur penting yang ada di dalam tanah.

2. Memiliki protein yang sangat tinggi, dari sebuah riset di Kroasia, tangkai Alfalfa bisa mengandung protein sampai sekitar 18% ; dan bahkan daunnya bisa diatas 30 %.

3. Dengan kandungan protein yang sangat tinggi tersebut, maka seluruh hewan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dlsb) akan sangat cepat tumbuh bila diberi makan dari Alfalfa ini.

4. Bahkan daun Alfalfa memiliki kandungan klorofil yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.

5. Dlsb.dlsb.

Lantas apa kaitannya tanaman Alfalfa ini dengan krisis berkurang tinggi-nya anak-anak Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya makan daging ?.

Daging dari sapi, kambing dan lain sebagainya akan mudah dihasilkan dengan murah bila ditemukan tanaman yang mengandung protein tinggi seperti tanaman Alfalfa ini. Tidak heran negeri seperti Amerika menanam tambahan sekitar 9.2 juta hektar tanaman ini setiap tahunnya untuk makanan ternak mereka. Nilai ekonomi tanaman Alfalfa di negeri tersebut sangat tinggi ( nomor ketiga setelah jagung dan kedelai) karena menjadi sumber pakan ternak yang sangat efektif ini.

Lantas mengapa tidak kita tanam saja banyak-banyak agar kambing dan sapi kita cepat tumbuh – agar daging menjadi murah dan terjangkau oleh seluruh rakyat ?. Tidak mudah memang, beberapa pihak di tanah air sudah mencobanya tetapi belum berhasil.

Saat ini kita bisa membeli benih tanaman ini dari luar tetapi yang sudah dibuat infertile oleh produsennya. Inilah jahatnya mereka, mereka tidak menghendaki tanaman yang luar biasa ini tumbuh di negeri seperti Indonesia – agar negeri seperti kita ini tetap tergantung pada negara-negara tersebut untuk terus impor daginng dlsb.

Tetapi one way or another , kita harus bisa menumbuhkan tanaman ini banyak-banyak di negeri kita ini, agar kita bisa beternak kambing dan sapi banyak-banyak secara efisien. Agar anak-anak negeri ini mampu makan daging secara cukup kedepannya. Apalagi bila benar Alfalfa ini adalah tanaman yang disebut di surat An-Naba’ tersebut diatas, pasti manfaatnya untuk seluruh umat manusia – tidak hanya bangsa negara maju saja.

Melihat potensi yang begitu besar ini, kami mengundang para ahli dan praktisi pertanian di seluruh Indonesia – yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung dengan Alfalfa ini - untuk membantu kami membudi dayakan Alfalfa ini secara luas di Indonesia. Lahan percobaan seluas 1 s/d 2 ha sudah kami sediakan di Jonggol untuk ini; sedangkan untuk lahan produksi awal beberapa puluh bahkan beberapa ratus hektar akan kami sediakan di Jawa Timur. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang baik untuk membangun kegenerasi yang kuat kedepan, generasi penghafal Al-Qur’an yang minum susu kambing secara cukup dan juga makan daging yang cukup.

Siapa tahu Anda bisa menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah besar yang terkait dengan sumber pangan bangsa ini kedepan. Solusi yang petunjuknya sudah begitu jelas ada di Al-Qur’an . InsyaAllah bersama kita bisa !.

Di Ambang Keruntuhan Kapitalisme, Are We Ready…?

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Selasa, 23 August 2011 06:35

Di bidang ekonomi, undang-undang korporasi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Gorbachev di Uni Soviet bulan Mei 1988 menandai runtuhnya rezim ekonomi komunisme di negeri itu. Tahun berikutnya keruntuhan system ekonomi ini diikuti pula dengan runtuhnya system politik komunisme dari Uni Soviet dan sekutu-sekutunya yang ditandai dengan diruntuhkannya tembok Berlin pada bulan November 1989. Lantas apa kiranya tanda-tanda keruntuhan system kapitalisme ?, saya sendiri menjagokan keruntuhan Dollar sebagai perlambang runtuhnya kapitalisme itu. Dan kini seperti tahap akhir dari suatu permainan catur, Dollar tinggal memiliki dua langkah lagi sebelum terkena skak mat !.

Skenario kematian Dollar ini pernah saya sajikan link videonya di situs ini melalui tulisan saya The Day the Dollar Died, dalam film yang disiapkan dengan sangat serius oleh NGO National Inflation Association ini digambarkan bahwa Dollar akan mati manakala Quantitative Easing (QE) – bahasa lain untuk mencetak uang dari awang-awang – memasuki tahap QE 4.

Memang the Fed-nya Amerika sangat tidak suka disebut mereka telah melakukan QE 3 saat ini, tetapi tindakan mereka dengan menekan tingkat bunga yang sangat rendah sampai pertengahan tahun 2013 – membuat mereka harus membeli sangat banyak bond – lantas darimana uangnya ?, ya mencetak dari awang-awang tadi alias secara defacto mereka telah melakukan Quatitative Easing tahap 3.

Pasar tidak lagi percaya pidato atau statement, pasar meresponse tindakan dengan tindakan. Bila the Fed melakukan langkah-langkah yang berdampak pada menurunnya nilai Dollar, maka pasar bereaksi langsung dengan membeli asset-aset yang nilainya tidak lagi dipengaruhi oleh Dollar. Bentuk dari reaksi pasar ini antara lain adalah melonjaknya secara luar biasa harga emas sebulan terakhir – karena orang perlu sesuatu yang nilainya mampu bertahan .

Bahwasanya kapitalisme ribawi pasti hancur atau dihancurkan kita yakin karena sudah dikabarkan di Al-Qur’an (QS 2 : 276), masalah waktunya yang kita hanya bisa menduga atau memprediksinya – kita belum bisa tahu persis, tetapi tanda-tandanya nampak begitu dekat.

Megenai kapan waktunya Dollar akan mati ini memang tidak terlalu penting bagi kita, yang lebih penting adalah apakah kita siap menggantikannya bila kapitalisme ikut mati bersama matinya Dollar ini ?, Jangan sampai justru kita ikut menjadi korbannya karena selama ini begitu tergantung dengan system kapitalisme dengan Dollar-nya ini.

Nah agar kita bisa menghadirkan system penggantinya, berikut adalah dua langkah yang menurut saya patut kita persiapkan :

Pertama kita memiliki dua pegangan yang bila kita berpegang pada keduanya dijamin tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua pegangan ini tidak lain adalah Al-Qur’an dan Al- Hadits. Persiapan logis untuk hal ini adalah mendalami Al-Qur’an dan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, mendalami pula hadits-hadits sahih sebagai rujukan atas berbagai hal urusan kehidupan tidak terkecuali urusan ekonomi ini.

Kedua harus dipahami bahwa kapitalisme tidak identik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Memang banyak sekali ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilahirkan di era kapitalisme, tetapi tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri bagian dari kapitalisme. Iptek adalah value neutral, bila mereka yang menggunakannya maka ia menjadi instrumen kapitalisme – bila kita yang menggunakannya maka ia bisa menjadi sarana untuk membangun system ekonomi yang mengikuti petunjukNya.

Teknologi web dan social media misalnya, sangat mungkin kita gunakan untuk mengaplikasikan system ekonomi yang memenuhi kriteria di ayat “ …agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang yang kaya saja diantara kamu…” (QS 59 :7). Dengan teknologi misalnya bisa saja pedagang busana kecil bersaing head to head dengan retailer fashion raksasa di dunia maya. Pengusaha perumahan yang hanya memiliki satu dua kluster rumah kecil – bisa saja bersaing langsung dengan perusahaan real estate besar yang tengah membangun kota mandiri, dlsb-dlsb.

Dengan teknologi, kesetaraan akses terhadap pasar dan sumber daya bisa dicapai, tinggal akses terhadap kapital saja yang perlu didandani. Ketika tembok yang terakhir ini – yaitu tembok yang membatasi akses terhadap kapital – berhasil di rubuhkan, akses terhadap kapital menjadi bukan lagi hanya milik golongan tertentu – maka lengkaplah sudah keruntuhan kapitalisme itu. InsyaAlah kita akan siap…!.

Harga Emas Antara Complacency Dan Akal Sehat...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Minggu, 31 July 2011 10:09

Seperti yang kita duga sebelumnya bahwa harga emas dunia bergejolak tajam sepanjang pekan ini, dan ini akan berlanjut setidaknya sampai beberapa hari kedepan ketika batas akhir plafon pinjaman Amerika akhirnya disetujui atau ditolak oleh Congress-nya. Seperti apa kiranya harga emas sesudah itu (02/08/11 waktu AS), akan tergantung mana di antara dua kekuatan besar yang akhirnya dominan. Kekuatan pertama saya sebut kekuatan complacency – yaitu rasa berpuas diri dengan kondisi yang ada disertai keengganan untuk berubah, dan yang kedua adalah kekuatan akal sehat.

Complacency adalah apa yang ada di masyarakat Amerika pada umumnya – sampai apa yang dilakukan oleh presiden mereka dalam mengelola Anggaran. Bagi mereka biasa saja intervensi ke negara sana sini, meskipun sebenarnya mereka tidak mampu mendanainya kecuali dengan berhutang. Tidak masalah pula dengan gagah-nya membantu sekutu-sekutunya seperti Israel – meskipun pula dengan dana pinjaman. Dan perbagai proyek gagah-gagahan lainnya yang dilakukan oleh negeri penghutang itu.

Akal sehat adalah apa yang ada di segelintir orang di negeri itu yang berani melawan arus. Meskipun bagi sebagian besar orang lain – ini dianggap gila – bahkan tak kurang menteri dari negara sekutu mereka sendiri Inggris mengganggap tindakan segelintir orang yang melawan arus tersebut sebagai sinting atau nuts, tetapi jalur akal sehat inilah yang sesungguhnya harus ditempuh.

Ilustrasinya begini, Anda hidup dalam suatu cluster perumahan yang terdiri dari 12 rumah. Salah satu tetangga Anda hidup glamour serba mewah, liburan ke luar negeri, mengendarai mobil mewah dan memakai barang-barang ber merk. Semuanya bisa dibiayai atau dibeli dengan kartu kredit mereka yang setumpuk.

Dari waktu ke waktu tetangga yang bergaya hidup mewah ini di datangi oleh debt collector yang garang karena sering tidak bisa membayar tagihannya. Sekali dua kali tetangganya merasa iba dan iuran untuk membantu tetangga yang satu ini. Tetapi peristiwa kunjungan debt collector ini tidak berhenti, terus berulang dari perbagai credit card issuer lainnya.

Maka ketika warga komplek se-cluster bermusyawarah untuk mengatasi masalah tetangga penghutang ini, apa semestinya yang harus diputuskan ?. Membantu tetangganya dengan pinjaman yang baru lagi agar tetangga tersebut bisa terus melanjutkan gaya hidupnya, atau memberikan advis yang realistis yang kurang lebih berbunyi begini “...jeng-jeng, biar masalah ini tidak terus terulang – bisa nggak jeng hidup seperti kita-kita, tidak lagi berhutang , hidup dengan kekutan yang nyata, barang-barang yang nggak perlu dijual saja, berhenti berlibur keluar negeri, berhenti membeli barang mewah...dst”.

Sikap yang pertama tersebut mewakili complacency itu, menyenangkan sesaat – tetapi tidak mengatasi masalah. Sikap yang kedua menyakitkan sesaat, tetapi akan membuat perubahan dan mengatasi masalah jangka panjang. Sikap yang pertama adalah sikap warga negara Amerika umumnya dan juga warga dunia saat ini yang tidak mau kena getah dari default-nya Amerika bila plafon pinjaman tidak dinaikkan, sikap kedua adalah sikap segelintir anggota congress yang berani ngotot menyuarakan perubahan dalam pengelolaan anggaran yang harus dilakukan oleh presiden Obama.

Lantas apa hubungan antara kedua sikap ini dengan harga emas ?. harga emas internasional dalam US $ adalah cermin terbalik dari persepsi kekuatan ekonomi Amerika. Ketika congress akhirnya toh akan mengikuti kehendak masyarakat Amerika dan dunia dengan menaikkan plafon pinjaman, maka dunia akan melihat ekonomi Amerika kembali normal - life as usual. Untuk sesaat US $ kembali menguat dan harga emas akan meluncur turun. Tetapi karena masalah hutang yang sesungguhnya tidak diatasi, maka masalah demikian akan secara gradual terus berulang – jangka panjangnya – setahun dua tahun harga emas akan kembali melambung.

Bila seandainya congress akan perkasa mengunggulkan akal sehatnya dan memaksa presiden Amerika hidup tanpa hutang baru, beberapa gagal bayar dalam jangka pendek akan terjadi. Dunia akan tahu keroposnya ekonomi mereka, US$ akan anjlog dan harga emas akan meroket dalam jangka pendek.

Kekuatan manapun yang akan dominan, apakah complacency atau akal sehat, harga emas tetap akan melambung, bedanya hanya masalah waktu. Bila complacency yang unggul, maka harga akan turun dahulu dalam jangka pendek untuk kembali melambung tahun depan dan seterusnya. Bila akal sehat yang unggul, maka harga itu akan segera meroket dalam beberapa hari kedepan.

Jadi posisi emas atau Dinar tetap BUY, bila sasaran kita adalah untuk mengamankan nilai dalam jangka panjang. Wa Allahu A’lam.

Harga Emas dan ‘Atap Bocor’ Negeri Adikuasa...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Selasa, 19 July 2011 08:14

Hari-hari ini harga emas dunia melonjak ke atas angka psikologis baru yaitu diatas US$ 1,600/troy ounce, penyebabnya selain krisis Eropa yang sudah menimbulkan kekhawatiran dunia sejak beberapa pekan lalu – juga yang paling mengkhawatirkan ternyata justru apa yang terjadi di Amerika Serikat, negeri itu kini benar-benar tidak bisa hidup bila tidak diberi kucuran hutang (baru). Plafon (ceiling) hutang mereka yang di angka US$ 14.29 trilyun ternyata sudah habis terpakai sejak Mei lalu. Bayangkan bila kita tidak punya uang dan tidak boleh meminjam lagi, apa yang akan terjadi ?. Situasi inilah yang kini sangat mencemaskan dunia ...

Lantas mengapa presiden negeri itu – Obama yang sering memukau dunia tidak menambah saja plafon hutang-nya ?. Konstitusi negeri itu yang melarangnya !. Hanya US Congress yang boleh menyetujui hutang negeri itu. Awalnya ini berarti setiap hutang harus mendapatkan persetujuan Congress satu demi satu, tetapi sejak 1917 dipermudah dengan ditentukannya saja batas atas yang boleh dipinjam oleh Amerika.

Sebagai gambaran, ketika Amerika terlibat dalam Perang Dunia II, plafon pinjaman ini berada pada angka US$ 45 Milyar. Plafon yang habis Mei lalu US$ 14.25 trilyun adalah 316 kali lebih besar dari plafon ketika negeri itu terlibat dalam PD II tersebut !. Membengkaknya plafon ini karena dari waktu ke waktu plafon tersebut terus dinaikkan. Selama setengah abad terakhir plafon pinjaman ini mengalami frekwensi kenaikan 70-an kali sementara itu penurunannya hanya 2 kali. Artinya apa ini ?, hutang negeri itu terus membengkak dan nyaris tidak pernah berkurang !.

Mengapa kemudian congress negeri itu tidak menyetujui saja kenaikan plafon ini seperti yang sudah-sudah ?. Para pengamat berpendapat bahwa akhirnya yang ini-pun hampir pasti disetujui juga, ini hanya menyangkut kepentingan politik adu kekuatan di negeri itu. Tetapi untuk Congress bilang tidak, negeri itu tidak akan siap menanggung akibatnya.

Bila plafon pinjaman tidak ditambah, maka pemerintah dengan terpaksa akan mulai tidak membayar gaji para pensiunan, tentara, jaminan sosial dlsb. Dan yang akan lebih mengerikan adalah reaksi pasar, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s bahkan sudah mengancam akan menurunkan peringkat hutang Amerika dari AAA (paling tinggi) ke D (paling bawah) – bila Congress Amerika tidak menyetujui kenaikan plafon pinjaman ini. Inilah risiko luar biasa besar yang dihadapi negeri itu, ancaman bangkrut ada di depan mata.

Meskipun persetujuan plafon hutang baru – hampir pasti akan diberikan oleh Congress, tetapi semua orang yang paham ekonomi sedikit saja pasti akan tahu bahwa prinsip gali lubang tutup lubang tidak akan menyelesaikan masalah yang sesungguhnya – sebanyak atau sebesar apapun lubang baru yang mereka akan buat.

Cepat atau lambat , sebulan - dua bulan, setahun - dua tahun, atau sepuluh - dua puluh tahun pasti mereka akan berhenti ( atau terpaksa diberhentikan) dari membuat lubang baru. Saat itulah akhir ekonomi adikuasa – yang hingga kini masih dijadikan guru bagi negeri-negeri pengikutnya.

Tetapi apa hubungannya antara plafon hutang Amerika ini dengan harga emas dunia ?. Kekhawtiran pasar tentang peluang tidak disetujuinya plafon baru telah membuat para investor memproteksi investasinya dengan membeli emas – inilah yang mendorong harga emas beberapa hari terakhir melonjak mencapai angka tertinggi baru.

Akhir pekan ini (22/7) akan menjadi batas akhir Congress untuk memberikan persetujuannya atas plafon pinjaman Amerika yang baru, karena persetujuan plafon baru hampir pasti diberikan – maka kenaikan harga emas dunia akan otomatis teredam atau bahkan akan mengalami koreksi penurunan.

Berarti sekarang ini waktu yang baik untuk menjual emas Anda ?. Tidak juga !, mengapa demikian ?.

Yang di ‘obati’ oleh plafon pinjaman baru hanyalah symptoms atau gejala-gejala penyakit kebangkrutan ekonomi Amerika (dan juga negara-negara yang menjadikannya sebagai rujukan), penyakitnya sendiri sama sekali tidak di ‘obati’ bahkan akan bertambah parah karena di ignore - dengan semakin besarnya hutang. Seperti atap rumah yang bocor, mereka hanya mencari ember untuk menampung airnya - agar tidak mengalir ke mana-mana - tetapi tidak membetulkan atapnya !.

Kalau toh harga emas (akan) turun akhir pekan ini atau awal pekan depan, ini karena dampak dari pengobatan gejala tersebut. Penyakit yang sesungguhnya yaitu membengkaknya hutang baru– meskipun diberi nama-nama baru yang indah – hakikatnya hutang tetap hutang, penambahan hutang baru hanya akan menambah lemah ekonomi negeri itu dan akan menambah lemah US Dollar dalam jangka panjang.

Jadi saran saya jangan jual emas atau Dinar Anda kecuali bila Anda membutuhkannya untuk membeli aset riil atau membayar kebutuhan yang nyata, diluar kebutuhan ini aset riil emas atau Dinar tidak untuk ditukar dengan uang Dollar dari negeri yang sudah amat jelas proses kebangkrutannya tersebut diatas ( dan juga uang negeri lain yang karakternya sama !).

Estimasi Harga Emas Akhir Tahun ( Revisi Tengah Tahunan)…

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Sabtu, 02 July 2011 08:44

Sepanjang pekan ini harga emas terus merosot turun sampai menyentuh angka US$ 1,480-an per troy ounce (Ozt). Tetapi untuk harga akhir tahun 2011 saya malah merevisi naik dari estimasi saya terakhir yang saya buat April lalu sebesar US$ 1,525/Ozt ke kisaran angka US$ 1,550/Ozt. Paling tidak ini adalah dari pendekatan statistik yang ditunjang oleh data 11 tahun lebih setelah juga memasukkan data harga emas dunia Mei dan Juni 2011. Revisi estimasi harga ini tidak berlaku untuk harga emas atau Dinar dalam Rupiah karena faktor penguatan Rupiah.

Tools yang saya gunakan tetap analisa trend polynomial yang secara teoritis sangat dekat dengan sebaran harga selama 11 tahun terakhir, dengan tingkat keakuratan yang direpresentasikan oleh angka R2 diatas 98 %. Grafik dan formula trend polynomial terakhir ini dapat dilihat dibawah, dari grafik dan formula inilah harga kisaran akhir tahun US$ 1,550/Ozt saya peroleh. Dengan estimasi kenaikan ini, dalam US$ harga emas akan naik di kisaran 11% antara akhir 2010 ke akhir 2011.


Estimasi Harga Emas Akhir 2011

Estimasi Harga Emas Akhir 2011

Lain US$ -lain pula dengan Rupiah. Rupiah menguat significant sepanjang semester pertama tahun ini, kalau toh melemah dalam semester kedua kemungkinan besarnya tidak akan menyentuh angka akhir tahun lalu yang berada di kisaran Rp 9,000/US$. Terlalu banyak factor yang sulit diprediksi untuk pergerakan Rupiah terhadap US$ ini, maka pendekatan random-lah yang saya bisa gunakan dan hasilnya dapat dilihat pada grafik dibawah.


Estimasi Harga Emas Akhir 2011

Estimasi Harga Emas Akhir 2011

Dari pendekatan Rupiah yang random terhadap Dollar ini, dengan tingkat akurasi yang jauh lebih rendah dari estimasi harga emas internasional dalam US$ tersebut diatas tentunya – saya memutuskan untuk tidak merevisi estimasi harga emas saya pada akhir tahun 2011 - jadi tetap pada estimasi sebelumnya pada kisaran angka Rp 450,000/gram. Bila angka ini yang tercapai nantinya, maka harga emas akhir tahun 2011 hanya naik di kisaran 9 % dibandingkan harga akhir tahun lalu yang berada pada angka Rp 411,000/gram.

Dengan tingkat kenaikan harga emas dalam Rupiah seperti pada estimasi tersebut diatas, maka tidak akan menarik bagi Anda yang mendanai pembelian emas-nya dengan uang pinjaman atau gadai – tetapi akan tetap menarik untuk mengamankan daya beli uang yang telah Anda miliki sendiri !. Wa Allahu A’lam.

Antara Minyak, Emas dan Perang...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 25 May 2011 07:33

Seolah ada semacam rule of thumb yang diambil oleh negara-negara kuat di dunia terkait dengan perang atau kekacauan di belahan dunia lain. Bila perang atau kekacauan tersebut berpengaruh terhadap supply minyak yang mereka butuhkan – maka mereka akan bergegas nimbrung dalam perang atau kekacauan tersebut untuk melindungi kepentingannya atau untuk mengail di air keruh. Sebaliknya bila perang atau kekacauan itu tidak berdampak pada supply minyak yang mereka butuhkan – maka mereka akan acuhkan.

Sinyalemen tersebut diatas dapat kita lihat dengan jelas pada apa yang dilakukan Amerika misalnya terhadap krisis-krisis di dunia dalam dua dasawarsa terakhir ini. Krisis di Syria yang sudah membuat sekitar seribu orang terbunuh, mereka acuh tak acuh. Demikian juga dengan krisis di Yaman – mereka tidak hiraukan. Mengapa mereka cuek terhadap Syria dan Yaman ?. Karena Syria hanya berkontribusi sekitar 0.48% dari produksi minyak dunia, sedangkan Yaman malah lebih sedikit lagi yaitu hanya sekitar 0.34% dari produksi minyak dunia.

Hal ini jelas sangat berbeda misalnya dengan perlakuan mereka terhadap Kuwait, Iraq dan terakhir Libya. Kuwait memiliki kontribusi produksi sebesar 2.96% dari produksi minyak dunia, Iraq berkontribusi sebesar 2.85% dan Libya berkontribusi sebesar 2.12 %. Indonesia tidak sebesar negara-negara ini, tetapi masih diatas satu persen atau tepatnya 1.21% - jadi sangat bisa jadi mereka juga masih punya interest atas segala bentuk kejadian di negeri ini.

Karena minyak menjadi perhatian utama dalam setiap perang – dan orang kawatir akan kelangsungan supply-nya, maka harga minyak-pun langsung terdongkrak naik pada setiap ada kekacauan. Krisis-krisis di Arab sejak awal tahun ini misalnya berpengaruh significant pada harga minyak mentah dunia. Grafik dibawah menunjukkan hal ini.

Oil Trend 2011

Oil Trend 2011

Bagaimana dengan emas ?, apa hubungannya ?. Perang mempengaruhi harga emas setidaknya melalui tiga hal. Hal yang pertama adalah karena emas mencerminkan harga riil barang-barang kebutuhan manusia, maka bila kebutuhan riil manusia seperti minyak tersebut diatas naik – harga emas akan ikut naik.

Hal yang kedua adalah setiap perang membutuhkan ongkos yang tidak sedikit. Dari mana pemerintah yang terlibat perang tersebut mendapatkan uangnya ?. Pajak untuk membiayai perang tentu tidak popular, maka mereka menggunakan pajak tersembunyi alias inflasi untuk membiayai perang. Ketika terjadi inflasi, semua harga barang naik tidak terkecuali harga emas. Bukti dari inflasi adalah penurunan daya beli uang, yang untuk Dollar Amerika tercermin dalam penurunan US Dollar Index pada grafik dibawah.

US$ Index Trend 2011

US$ Index Trend 2011

Hal yang ketiga lebih bersifat sentimen pasar. Ketika ada kekacauan di salah satu belahan dunia-manapun, timbul perasaan tidak nyaman di kalangan investor dan pelaku usaha. Dalam suasana semacam ini mereka membutuhkan safe haven – tempat yang nyaman untuk melabuhkan dana-dananya. Safe haven yang paling terbukti efektif selama ini adalah emas, maka demand terhadap emas ikut terdongkrak pada setiap ada kekacauan di negeri manapun di dunia. Perhatikan kenaikan harga emas sejak awal tahun ini yang dipengaruhi oleh krisis di negeri-negeri Arab.

Gold Trend 2011

Gold Trend 2011

Lantas bagaimana trend jangka panjangnya kedepan ?, tidak ada yang bisa memprediksinya secara pasti. Tetapi yang jelas bahan baku minyak akan semakin diperebutkan dan dunia belum nampak tanda-tanda untuk menjadi semakin aman, jadi nampaknya trend kenaikan harga emas yang sudah berlangsung selama satu dasawarsa ini – belum nampak akan berbalik arah. Wa Allahu A’lam.

Dinar dan Dirham : Risk and Return...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Kamis, 19 May 2011 08:16

Dinar dan Dirham adalah ibarat sejoli yang hidup berdampingan dalam system mata uang Islam. Bila di situs ini tulisan saya selama ini masih lebih fokus ke Dinar – ini adalah karena Dinar lebih praktis pengelolaannya, lebih rendah risikonya dan juga lebih rendah komponen biaya cetak untuk pengadaannya. Namun seiring dengan permintaan Dirham yang mulai juga tumbuh, insyaAllah kamipun akan meresponse permintaan tersebut secara memadai dalam waktu dekat. Sama dengan Dinar kami yang sekarang dicetak oleh LM-Antam dan PERURI, Dirham kamipun selain dicetak oleh LM-Antam seperti yang terjadi selama ini – juga akan dicetak oleh PERURI untuk menambah pilihan yang ada di masyarakat dan juga menambah supply.

Dibandingkan dengan Dinar yang sudah dikenal luas lebih dahulu oleh masyarakat, setidaknya tiga masalah tersebut diatas yaitu kepraktisan, risiko dan biaya cetak perlu dipahami juga oleh masyarakat sebelum Dirham ini juga digunakan secara luas sebagaimana Dinar.

Pertama adalah dari sisi kepraktisan , specific grafity emas adalah 19,320 kg/m3 sedangkan perak memiliki specific grafity 10,490 kg/m2 ; maka safe deposit box ukuran kecil dengan dimensi 12.5 cm x 12.5 cm x 60 cm akan dapat menyimpan emas (asumsinya tanpa pembungkus apapun) sekitar 181 kg, sedangkan untuk menyimpan perak hanya cukup untuk sekitar 98 kg.

Dengan tingkat harga saat ini Rp 420,000/gram untuk emas dan Rp 9,500/gram untuk perak, maka safe deposit box kecil tersebut cukup untuk menyimpan emas senilai sekitar Rp 76 Milyar, sedangkan untuk perak hanya cukup untuk menyimpan sekitar Rp 930 juta. Artinya dari sisi pengelola seperti Gerai Dinar , untuk mengelola Dirham dengan nilai yang sama dengan Dinar akan memerlukan ruang penyimpanan yang besarnya kurang lebih 82 kalinya.

Kedua adalah dari sisi risiko fluktuasi nilai, bila selama sepuluh tahun terakhir harga emas tertinggi adalah 5.8 kali harga terendahnya, untuk perak harga tertingginya hampir mencapai 12 kali harga terendahnya. Dari sisi potensi gain memang besar sekali, tetapi ini juga terkait dengan potensi loss bila harga lagi turun.


Fluktuasi Emas 10 Tahun Terakhir

Fluktuasi Emas 10 Tahun Terakhir

Penurunan terbesar dalam sepuluh tahun terakhir untuk emas misalnya terjadi antara Maret 2008 ke Oktober 2008 yang mencapai 29 %. Pada periode yang kurang lebih sama penurunan harga perak mencapai sekitar 57%. Artinya peluang untuk memperoleh gain dari apresiasi yang tinggi di perak, juga harus disadari adanya peluang loss dari penurunan nilai yang juga tinggi.


Fluktuasi Perak 10 Tahun Terakhir

Fluktuasi Perak 10 Tahun Terakhir

Ketiga adalah dari sisi biaya cetak, bila biaya cetak Dinar hanya merepresentasikan sekitar 3.5% dari nilai Dinar, untuk Dirham biaya cetak ini bisa mencapai sekitar 48 % dari nilai Dirham. Artinya nilai Dirham hanya akan tetap terjaga selama dia dipertukarkan atau diberlakukan sebagai Dirham, bila harus dilebur untuk kegunaan lain misalnya – maka akan ada kehilangan nilai yang cukup besar dari hilangnya biaya cetak tersebut.

Memang sejatinya Dinar dan Dirham adalah alat tukar yang sesungguhnya, ketika keduanya diperlakukan sebagai alat tukar maka tiga permasalahan tersebut tidak terjadi. Tidak akan dibutuhkan tempat penyimpanan yang besar bila Dirham bisa terus berputar memfasilitasi perdagangan di masyarakat, tidak perlu dicemaskan fluktuasi nilainya dalam mata uang kertas karena daya belinya terhadap kebutuhan riil masyarakat jauh lebih stabil ketimbang mata uang kertas manapun, dan tidak juga terlalu perlu dirisaukan biaya cetaknya karena toh biaya cetak ini akan terbawa dalam nilai Dirham itu sendiri secara terus menerus selama dia tidak dilebur untuk kegunaan lain.

Maka dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, insyaAllah supply Dirham khususnya dalam bentuk koin 5 Dirham yang disebut Khamsah (Dirham) akan mulai kami tingkatkan dalam bulan-bulan yang akan datang. InsyaAllah !.

Dinar Peruri : Babak Baru Dalam Penyebaran Dinar...

Posted by Suherman Natam

Oleh Muhaimin Iqbal
Jum'at, 06 May 2011 05:48

Sejak pertama kali memperkenalkan Dinar emas ke masyarakat lebih dari tiga tahun lalu, kami sudah mengidentifikasi setidaknya ada dua institusi atau lembaga yang bisa mencetak Dinar dengan kwalitas terbaik dibidangnya di Indonesia yaitu Logam Mulia (LM) – PT. Aneka Tambang, Tbk dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). LM memenuhi standar kwalitas terbaik karena produk mereka diakui secara internasional melalui sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) - lihat tulisan saya di blog lama GeraiDinar tertanggal 23 Februari 2008, sedangkan Peruri mampu memenuhi standar kwalitas terbaik karena merekalah perusahaan yang memang spesialisasi utamanya adalah dalam bidang percetakan uang – yang selalu menuntut akurasi yang sangat tinggi.

Alhamdulillah perusahaan-perusahaan milik pemerintah tersebut kini keduanya siap merespon kebutuhan Dinar yang ada di masyarakat. Bila selama ini Dinar yang kami sebar luaskan ke masyarakat adalah Dinar yang diproduksi oleh Logam Mulia, tentu ini akan kami lanjutkan karena LM telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan Dinar masyarakat secara maksimal. Pada saat yang bersamaan peningkatan kebutuhan Dinar di masyarakat yang tinggi – yang beberapa bulan lalu bahkan sempat harus menunggu 1 – 2 bulan, insyaallah akan segera dapat terpenuhi seluruhnya karena adanya tambahan supply Dinar dari Peruri ini. Kini kami merasa lebih comfortable karena ada dua perusahaan milik pemerintah yang siap mem-backup kebutuhan Dinar yang disebar luaskan melalui situs ini dan agen-agen-nya.

Dinar Peruri yang design dan sample produk-nya sudah kami terima dapat dilihat pada gambar dibawah. Dibandingkan dengan Dinar LM, Dinar Peruri kelihatan lebih kecil karena faktor diameter. Dinar LM berdiameter 23 mm, sedangkan Dinar Peruri berdiameter 20 mm. Untuk mengimbangi diameter yang lebih kecil ini, Dinar Peruri lebih tebal dari Dinar LM. Namun keduanya memiliki berat yang sama 4.25 gram dan kadar karat yang sama pula yaitu 22 karat atau 91.7%. Dari sisi ciri khas design yang mudah dikenali, bila Dinar LM menggunakan gambar timbul berupa Ka’bah di Masjidil Haram – Dinar Peruri menggunakan gambar timbul masjid Istiqlal – Jakarta.














Insyaallah Dinar Peruri ini akan available dalam satu sampai dua bulan kedepan karena saat ini sudah dalam finalisasi process pencetakannya. Bila saatnya nanti Dinar Peruri sudah benar-benar diproduksi, kami akan memberlakukannya secara sama dengan Dinar LM. Selain harga jual dan harga beli-nya yang sama; masyarakat bisa menukarkan Dinar LM yang dipegangnya dengan Dinar Peruri dan juga sebaliknya dari Dinar Peruri ke Dinar LM. Bila stok keduanya ada, klien-klien GeraiDinar dan jaringan agennya boleh memilih salah satu dari keduanya atau kombinasi dari keduanya – tergantung preferensi masing-masing.

























Kehadiran Dinar Peruri ini adalah hasil kerjasama Peruri dengan Gerai Dinar. Peruri menyediakan infrastruktur percetakan uangnya yang sangat canggih dengan teamnya yang sangat berpengalaman, sedangkan Gerai Dinar menyediakan bahan baku dan pasarnya. Kerjasama ini juga menandai babak baru dalam penyebaran Dinar ke masyarakat. Pertama masyarakat bisa memiliki pilihan dari Dinar-Dinar yang diproduksi oleh dua perusahaan negara yang masing-masing sangat berkompetent dibidangnya tersebut diatas, dan yang kedua ketersediaan supply Dinar insyaAllah akan menjadi semakin terjamin.

Semoga Allah senantiasa memudahkan jalanNya bagi kita semua untuk beramal yang diridloiNya.